1 Mud Berapa Rupiah dan Cara Menghitung Fidyah Terbaru
Mengetahui nilai 1 mud berapa rupiah menjadi kebutuhan krusial bagi umat Muslim, terutama saat mendekati bulan Ramadan atau ketika ingin menunaikan kewajiban fidyah. Istilah mud merujuk pada satuan volume kuno yang digunakan sejak zaman Nabi Muhammad SAW untuk mengukur bahan makanan pokok. Dalam konteks syariat, takaran ini digunakan untuk menentukan jumlah kompensasi bagi mereka yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa karena udzur syar'i, seperti lansia atau orang sakit menahun.
Secara umum, nilai rupiah dari satu mud sangat bergantung pada harga pasar bahan makanan pokok di wilayah masing-masing, khususnya beras bagi masyarakat Indonesia. Meskipun standar beratnya tetap, fluktuasi harga komoditas pangan membuat nominalnya bisa berubah setiap tahun. Memahami konversi ini secara detail akan membantu Anda memastikan bahwa kewajiban agama yang ditunaikan telah memenuhi kriteria kecukupan sesuai tuntunan fikih modern yang berlaku saat ini.

Mengenal Satuan Mud dalam Syariat Islam
Secara etimologi, Mud berasal dari bahasa Arab yang berarti cakupan dua telapak tangan manusia ukuran normal yang digabungkan. Dalam sejarah Islam, satuan ini digunakan untuk mengukur zakat fitrah dan fidyah. Para ulama dari empat madzhab besar memiliki sedikit perbedaan dalam mengonversi volume mud ke dalam satuan berat modern (gram atau kilogram), karena perbedaan massa jenis bahan makanan yang diukur.
Mayoritas ulama, termasuk Madzhab Syafi'i, Maliki, dan Hanbali, menetapkan bahwa satu mud setara dengan 1/4 Sha'. Jika dikonversi ke satuan berat, satu mud beras di Indonesia umumnya disepakati berada di angka 675 gram hingga 750 gram. Ketetapan ini menjadi landasan dasar sebelum kita melangkah lebih jauh untuk menentukan 1 mud berapa rupiah berdasarkan harga beras terkini di pasar domestik.
"Barangsiapa yang diwajibkan membayar fidyah, maka ia harus memberi makan satu orang miskin untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan, sebanyak satu mud makanan pokok." (Pandangan umum ulama mengenai kewajiban fidyah).
Konversi Takaran Mud ke Dalam Satuan Berat
Sebelum menghitung nilai nominalnya, kita harus menyepakati berat standar yang digunakan. Di Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sering kali menggunakan pendekatan praktis untuk mempermudah umat. Meskipun secara teknis satu mud adalah sekitar 675 gram, namun untuk kehati-hatian (ihtiyath), banyak lembaga amil zakat yang membulatkannya menjadi 0,75 kg atau bahkan dianggap setara dengan satu porsi makanan lengkap beserta lauk pauknya.
- Madzhab Syafi'i: 1 Mud = ±675 Gram beras.
- Madzhab Hanafi: Menggunakan ukuran yang lebih besar, namun dalam konteks fidyah, tetap merujuk pada kecukupan makan satu hari.
- Standar BAZNAS: Mengonversi nilai fidyah ke dalam bentuk uang yang setara dengan harga makanan pokok.

Perhitungan 1 Mud Berapa Rupiah untuk Fidyah
Untuk menjawab pertanyaan 1 mud berapa rupiah, kita perlu melihat harga beras rata-rata di Indonesia pada tahun 2024. Harga beras medium saat ini berkisar antara Rp13.000 hingga Rp15.000 per kilogram, sedangkan beras premium bisa mencapai Rp17.000 per kilogram. Jika kita mengambil standar berat 0,75 kg per mud, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:
| Jenis Beras | Harga per Kilogram | Estimasi Nilai 1 Mud (0,75 kg) |
|---|---|---|
| Beras Medium | Rp14.000 | Rp10.500 |
| Beras Premium | Rp16.500 | Rp12.375 |
| Beras Organik/Khusus | Rp25.000 | Rp18.750 |
Namun, perlu dicatat bahwa BAZNAS melalui SK Ketua BAZNAS No. 10 Tahun 2024 tentang Zakat Fitrah dan Fidyah, telah menetapkan nilai fidyah dalam bentuk uang sebesar Rp60.000 per hari untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Mengapa angkanya jauh lebih tinggi dari harga 1 mud beras? Hal ini dikarenakan nilai tersebut sudah mencakup makan tiga kali sehari atau satu porsi makan lengkap (nasi, lauk pauk, sayur, dan buah), bukan sekadar bahan mentahnya saja.
Perbedaan Harga Beras di Berbagai Daerah
Nilai rupiah ini bersifat dinamis. Di wilayah Indonesia Timur seperti Papua atau Maluku, harga beras mungkin jauh lebih tinggi dibandingkan di Pulau Jawa. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk merujuk pada harga pasar lokal tempat Anda tinggal saat ini. Jika Anda biasa mengonsumsi beras premium seharga Rp18.000 per kg, maka nilai fidyah Anda per mud adalah 0,75 dikali Rp18.000, yaitu Rp13.500.
Ketentuan Memberi Makan Orang Miskin
Memberikan fidyah dalam bentuk uang diperbolehkan menurut Madzhab Hanafi, sementara Madzhab Syafi'i lebih menekankan pada pemberian bahan makanan mentah. Jika Anda memilih mengikuti Madzhab Syafi'i, maka Anda cukup memberikan beras sebanyak satu mud (±675-750 gram) kepada satu orang miskin. Namun, jika Anda ingin memberikan dalam bentuk uang (mengikuti Madzhab Hanafi), pastikan nominalnya cukup untuk membeli makanan yang layak bagi penerimanya.

Metode Pembayaran Fidyah yang Sah
Ada dua cara utama yang bisa Anda tempuh setelah mengetahui 1 mud berapa rupiah. Pertama, memberikan bahan makanan mentah (beras). Cara ini dianggap paling aman menurut mayoritas ulama karena langsung merujuk pada teks hadis. Kedua, memberikan makanan siap saji. Anda bisa memasak nasi beserta lauk pauknya kemudian mengundang orang miskin untuk makan hingga kenyang.
Jika Anda memiliki mobilitas tinggi, menyalurkan fidyah melalui lembaga resmi seperti BAZNAS atau LAZ (Lembaga Amil Zakat) adalah pilihan yang sangat bijak. Lembaga-lembaga ini memiliki data mustahik (penerima zakat) yang valid sehingga bantuan Anda dipastikan sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, seperti fakir miskin, yatim piatu, atau kaum dhuafa lainnya.
- Hitung jumlah hari puasa yang ditinggalkan.
- Tentukan standar harga beras yang biasa Anda konsumsi.
- Kalikan jumlah hari dengan harga 1 mud (jika beras mentah) atau dengan standar Rp60.000 (jika mengikuti standar makanan siap saji BAZNAS).
- Niatkan pembayaran fidyah karena Allah SWT.
- Salurkan melalui amil zakat atau langsung ke orang miskin di sekitar Anda.
Memilih Cara Terbaik Menunaikan Fidyah
Pada akhirnya, esensi dari pembayaran fidyah adalah untuk meringankan beban sesama sekaligus sebagai bentuk ketaatan atas keringanan (rukhsah) yang diberikan oleh syariat. Tidak ada gunanya hanya terpaku pada perdebatan angka jika pada praktiknya kita tidak menyegerakan penunaiannya. Mengingat harga pangan yang terus bergerak naik, mengambil nilai tertinggi atau membulatkan ke atas dalam perhitungan fidyah jauh lebih utama sebagai bentuk sedekah tambahan.
Keputusan untuk mengikuti takaran beras mentah atau konversi uang tunai bergantung pada kemantapan hati dan referensi madzhab yang Anda ikuti. Yang terpenting, pastikan bahwa nilai yang Anda berikan benar-benar bermanfaat bagi penerimanya. Dengan memahami secara mendalam tentang 1 mud berapa rupiah, Anda kini memiliki panduan yang jelas untuk menghitung kewajiban tersebut secara presisi dan penuh keberkahan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow