Kandungan Protein 1 Butir Telur untuk Kebutuhan Harian

Kandungan Protein 1 Butir Telur untuk Kebutuhan Harian

Smallest Font
Largest Font

Mengetahui secara pasti 1 butir telur berapa protein merupakan langkah awal yang krusial bagi siapa saja yang sedang menjalani program diet, pembentukan otot, atau sekadar ingin menjaga pola makan sehat. Telur telah lama dikenal sebagai makanan super karena profil nutrisinya yang lengkap dan harganya yang sangat terjangkau. Secara umum, satu butir telur ayam berukuran besar mengandung sekitar 6 hingga 7 gram protein. Namun, angka ini bisa bervariasi tergantung pada ukuran fisik telur tersebut.

Protein yang terkandung dalam telur dianggap sebagai protein berkualitas tinggi karena mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh dalam proporsi yang tepat. Tidak heran jika organisasi kesehatan dunia sering menjadikan telur sebagai standar emas (gold standard) untuk mengukur kualitas protein pada makanan lain. Memahami distribusi protein di dalam telur, baik di bagian putih maupun kuningnya, akan membantu Anda mengoptimalkan asupan nutrisi harian sesuai dengan tujuan kesehatan Anda.

Butir telur ayam segar di atas meja kayu
Telur ayam segar merupakan sumber protein hewani dengan bioavailabilitas yang sangat tinggi.

Rincian Kandungan Protein Berdasarkan Ukuran Telur

Banyak orang tidak menyadari bahwa label ukuran telur di supermarket sangat memengaruhi total asupan protein harian mereka. Ukuran telur secara resmi dikategorikan berdasarkan berat per lusin, namun kita bisa melihat perkiraan kandungan proteinnya secara individu. Semakin besar ukuran fisiknya, tentu semakin tinggi pula kandungan makronutrisi di dalamnya.

Berikut adalah tabel estimasi kandungan protein berdasarkan kategori ukuran telur ayam yang umum ditemukan di pasar:

Ukuran TelurBerat Rata-rataEstimasi Kandungan Protein
Kecil (Small)38 gram~4,8 gram
Sedang (Medium)44 gram~5,5 gram
Besar (Large)50 gram~6,3 gram
Sangat Besar (Extra Large)56 gram~7,0 gram
Jumbo63 gram~8,2 gram

Berdasarkan data di atas, jika Anda mengonsumsi dua butir telur ukuran besar di pagi hari, Anda sudah mendapatkan sekitar 12-13 gram protein. Angka ini cukup signifikan untuk memenuhi sekitar 20-25% kebutuhan protein harian rata-rata orang dewasa yang tidak terlalu aktif secara fisik.

Putih Telur vs Kuning Telur: Di Mana Protein Berada?

Sering muncul perdebatan mengenai bagian mana dari telur yang lebih sehat. Untuk menjawab 1 butir telur berapa protein secara mendalam, kita harus membedah struktur telur itu sendiri. Banyak pelaku diet binaraga cenderung hanya mengonsumsi putih telur (egg white) karena ingin menghindari lemak dan kolesterol yang ada di kuning telur. Namun, apakah benar semua protein hanya ada di bagian putihnya?

  • Putih Telur: Sering disebut sebagai albumin. Bagian ini mengandung sekitar 57% dari total protein telur. Pada telur ukuran besar, putih telur menyumbangkan sekitar 3,6 gram protein. Keunggulannya adalah hampir tidak mengandung lemak dan sangat rendah kalori.
  • Kuning Telur: Meskipun mengandung lemak, kuning telur menyumbangkan sekitar 43% dari total protein, atau sekitar 2,7 gram pada telur ukuran besar. Selain protein, kuning telur adalah gudang nutrisi seperti vitamin A, D, E, K, serta kolin yang penting untuk kesehatan otak.

Oleh karena itu, membuang kuning telur berarti Anda kehilangan hampir separuh dari total protein yang tersedia. Kecuali Anda memiliki kondisi medis tertentu yang mengharuskan pembatasan asupan lemak jenuh atau kolesterol secara ketat, mengonsumsi telur utuh jauh lebih bermanfaat secara nutrisi.

Kualitas Protein Telur dan Bioavailabilitas

Salah satu alasan mengapa pakar nutrisi sangat merekomendasikan telur adalah karena nilai Biological Value (BV) yang dimilikinya. BV adalah ukuran seberapa efisien tubuh dapat menyerap dan menggunakan protein yang dikonsumsi untuk pertumbuhan dan perbaikan sel. Telur memiliki nilai BV sekitar 100, yang berarti hampir seluruh protein dalam telur dapat diserap sempurna oleh tubuh manusia.

"Telur adalah salah satu sumber protein paling efisien di planet ini. Proteinnya mengandung leusin, asam amino kunci yang memicu sintesis protein otot secara optimal."

Selain itu, telur mengandung skor PDCAAS (Protein Digestibility Corrected Amino Acid Score) yang sempurna, yaitu 1.0. Skor ini menunjukkan bahwa telur memberikan 100% dari semua asam amino esensial yang dibutuhkan oleh manusia setelah dicerna.

Telur rebus matang sempurna yang dibelah dua
Memasak telur dengan cara direbus membantu menjaga kualitas protein tanpa menambah kalori dari lemak tambahan.

Manfaat Mengonsumsi Telur bagi Kesehatan

Dengan kandungan protein yang tinggi dan profil nutrisi yang lengkap, telur memberikan berbagai manfaat kesehatan yang luar biasa. Protein dalam telur tidak hanya bermanfaat untuk otot, tetapi juga untuk fungsi biologis lainnya:

  1. Meningkatkan Satiety (Rasa Kenyang): Protein adalah makronutrisi yang paling mengenyangkan. Mengonsumsi telur saat sarapan terbukti secara ilmiah dapat mengurangi asupan kalori pada jam makan berikutnya karena menjaga perut terasa kenyang lebih lama.
  2. Mendukung Penurunan Berat Badan: Karena efek mengenyangkan tersebut, telur menjadi komponen utama dalam diet penurunan berat badan. Kalori satu butir telur besar hanya sekitar 70-80 kalori, namun kepadatan nutrisinya sangat tinggi.
  3. Kesehatan Mata: Kuning telur mengandung Lutein dan Zeaxanthin, antioksidan yang terakumulasi di retina dan melindungi mata dari degenerasi makula serta katarak.
  4. Kesehatan Jantung: Meski sempat kontroversial karena kolesterolnya, penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi telur dalam batas wajar tidak meningkatkan risiko penyakit jantung pada kebanyakan orang sehat, bahkan justru dapat meningkatkan profil kolesterol baik (HDL).

Cara Mengolah Telur agar Protein Tetap Maksimal

Teknik memasak sangat memengaruhi seberapa banyak protein yang dapat diserap oleh tubuh. Menariknya, mengonsumsi telur mentah (seperti yang sering dilakukan atlet zaman dulu) sebenarnya tidak efektif. Penelitian menunjukkan bahwa tubuh manusia hanya mampu menyerap sekitar 50% protein dari telur mentah, dibandingkan dengan 90-91% protein dari telur yang dimasak.

Panas saat proses memasak menyebabkan perubahan struktural pada protein telur (denaturasi) yang membuatnya lebih mudah dipecah oleh enzim pencernaan kita. Namun, perlu diperhatikan agar tidak memasak telur terlalu lama dengan suhu yang sangat tinggi (overcooking), karena dapat merusak beberapa vitamin sensitif panas di dalamnya.

Metode memasak terbaik untuk menjaga kualitas nutrisi antara lain:

  • Direbus (Boiled): Tanpa tambahan lemak atau minyak, menjaga kalori tetap rendah.
  • Poached: Dimasak dalam air mendidih tanpa cangkang, menjaga tekstur tetap lembut dan nutrisi terjaga.
  • Orak-arik (Scrambled) dengan sedikit minyak zaitun: Menambahkan lemak sehat tanpa merusak integritas protein.
Telur dadar dengan campuran sayuran hijau
Mencampur telur dengan sayuran dapat meningkatkan kandungan serat dan mikronutrisi dalam hidangan Anda.

Kesimpulan

Jadi, untuk menjawab pertanyaan 1 butir telur berapa protein, jawabannya berkisar antara 6 hingga 7 gram untuk ukuran standar. Telur adalah sumber protein yang sangat efisien, murah, dan mudah diolah. Dengan mengonsumsi telur secara rutin, Anda tidak hanya mendapatkan asupan protein berkualitas tinggi untuk otot, tetapi juga nutrisi penting lainnya yang mendukung kesehatan otak, mata, dan metabolisme secara keseluruhan.

Mulailah memasukkan telur ke dalam menu harian Anda dengan cara pengolahan yang sehat untuk mendapatkan manfaat maksimal. Baik itu direbus, dipoach, atau dijadikan omelet sayur, telur tetap menjadi salah satu investasi nutrisi terbaik yang bisa Anda berikan untuk tubuh Anda.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow