1 Shot Espresso Berapa Mili untuk Takaran Kopi yang Pas

1 Shot Espresso Berapa Mili untuk Takaran Kopi yang Pas

Smallest Font
Largest Font

Bagi penikmat kopi yang baru mendalami dunia perkopian, pertanyaan mengenai 1 shot espresso berapa mili sering kali muncul saat sedang bereksperimen dengan mesin kopi di rumah atau saat memesan di kedai kopi favorit. Meskipun terlihat seperti detail kecil, volume cairan yang keluar dari mesin espresso merupakan indikator kunci dalam menentukan kekuatan rasa, tingkat keasaman, dan keseimbangan profil kopi yang dihasilkan. Espresso sendiri merupakan fondasi dari berbagai minuman populer seperti latte, cappuccino, hingga flat white, sehingga memahaminya adalah langkah awal menjadi home barista yang mahir.

Secara tradisional, standar industri yang sering dirujuk adalah volume tertentu dalam satuan mililiter (ml). Namun, dalam perkembangan dunia specialty coffee modern, para profesional mulai beralih dari pengukuran volume ke pengukuran berat (gram) untuk mendapatkan konsistensi yang lebih presisi. Artikel ini akan membedah secara mendalam mengenai standar volume espresso, mengapa angka tersebut bisa bervariasi, dan bagaimana Anda bisa mendapatkan ekstraksi yang sempurna setiap harinya.

Barista sedang mengekstraksi kopi espresso
Proses ekstraksi espresso yang tepat menentukan volume dan kualitas crema yang dihasilkan.

Standar Internasional Volume Espresso yang Berlaku

Jika merujuk pada tradisi Italia sebagai tempat lahirnya mesin espresso, jawaban untuk 1 shot espresso berapa mili adalah sekitar 25 hingga 30 ml. Volume ini mencakup cairan kopi beserta lapisan busa emas di atasnya yang dikenal sebagai crema. Angka ini telah menjadi standar selama puluhan tahun bagi kedai kopi klasik di Eropa. Dalam takaran ini, keseimbangan antara rasa manis, pahit, dan asam biasanya tercapai jika menggunakan biji kopi sangrai gelap (dark roast) tradisional.

Namun, perlu dipahami bahwa volume 30 ml ini tidak selalu bersifat mutlak. Di Amerika Serikat dan beberapa negara dengan budaya kopi gelombang ketiga (Third Wave Coffee), volume satu shot espresso sering kali sedikit lebih banyak, berkisar antara 30 hingga 45 ml, tergantung pada resep atau brew ratio yang digunakan oleh barista. Perbedaan ini terjadi karena setiap jenis biji kopi memiliki karakteristik unik yang memerlukan perlakuan volume ekstraksi yang berbeda agar rasanya tidak terlalu encer atau terlalu pekat.

Perbedaan Single Shot dan Double Shot

Dalam operasional kafe sehari-hari, istilah single shot dan double shot sering kali membingungkan pelanggan. Secara umum, double shot (doppio) adalah standar default di banyak kedai kopi modern. Berikut adalah rincian perbedaannya:

  • Single Shot (Solo): Menggunakan sekitar 7–9 gram bubuk kopi untuk menghasilkan sekitar 25–30 ml espresso.
  • Double Shot (Doppio): Menggunakan sekitar 14–18 gram bubuk kopi untuk menghasilkan sekitar 50–60 ml espresso.

Meskipun volumenya dua kali lipat, waktu ekstraksi yang dibutuhkan biasanya tetap sama, yaitu sekitar 25 hingga 30 detik. Hal ini dimungkinkan karena penggunaan basket portafilter yang lebih besar pada opsi double shot.

Tabel Perbandingan Jenis Ekstraksi Espresso

Untuk memudahkan Anda memahami variasi takaran espresso berdasarkan volumenya, silakan perhatikan tabel di bawah ini yang membandingkan antara Ristretto, Espresso standar, dan Lungo.

Jenis MinumanDosis Kopi (Gram)Volume Hasil (Mili)Karakteristik Rasa
Ristretto7 - 9g15 - 20mlSangat pekat, manis, rendah pahit
Single Shot Espresso7 - 9g25 - 30mlSeimbang, intensitas medium
Double Shot Espresso14 - 18g50 - 60mlKuat, profil rasa kompleks
Lungo7 - 9g90 - 110mlLebih encer, cenderung pahit
Gelas ukur dengan tanda mililiter untuk kopi
Gelas ukur khusus membantu memantau apakah 1 shot espresso sudah mencapai angka mili yang diinginkan.

Mengapa Berat (Gram) Lebih Akurat Daripada Volume (Mili)?

Meskipun kita sering bertanya 1 shot espresso berapa mili, para ahli kopi sebenarnya lebih menyarankan penggunaan timbangan digital untuk mengukur hasil ekstraksi dalam satuan gram. Mengapa demikian? Alasan utamanya adalah adanya crema. Crema adalah emulsi gas CO2 yang terperangkap dalam minyak kopi yang memberikan volume visual namun memiliki berat yang sangat ringan.

Biji kopi yang sangat segar (freshly roasted) biasanya mengandung banyak gas, sehingga menghasilkan crema yang sangat tebal. Jika Anda mengukur hanya berdasarkan mililiter, gelas Anda mungkin terlihat penuh di angka 30 ml, padahal sebagian besar volumenya hanyalah busa gas, bukan sari kopi cair. Hal ini menyebabkan rasa kopi menjadi lemah atau under-extracted. Dengan menimbang hasil akhir (yield) dalam gram, Anda memastikan jumlah padatan kopi yang terlarut tetap konsisten, tidak peduli seberapa tebal crema yang muncul.

"Volume bisa menipu mata karena faktor gas dan crema, tetapi berat tidak pernah berbohong soal seberapa banyak sari kopi yang berhasil diekstraksi ke dalam cangkir."

Faktor yang Mempengaruhi Hasil Akhir Espresso

Ada beberapa variabel krusial yang menentukan apakah espresso Anda akan keluar tepat 30 ml atau justru menyimpang. Memahami variabel ini akan membantu Anda melakukan dial-in atau kalibrasi rasa dengan lebih baik:

  1. Grind Size (Ukuran Gilingan): Jika gilingan terlalu halus, air akan sulit lewat dan volume yang dihasilkan akan sangat sedikit (tetes demi tetes). Sebaliknya, gilingan terlalu kasar akan membuat air mengalir terlalu cepat (gushing).
  2. Tamping: Tekanan saat memadatkan bubuk kopi harus konsisten. Tekanan yang tidak rata dapat menyebabkan channeling, di mana air hanya melewati celah tertentu dan merusak volume serta rasa.
  3. Tekanan Pompa: Mesin espresso standar bekerja pada tekanan 9 bar. Penurunan tekanan akan mempengaruhi kecepatan aliran air dan volume akhir.
  4. Kesegaran Biji Kopi: Seperti yang disebutkan sebelumnya, biji kopi lama cenderung memiliki sedikit crema, sehingga volume visualnya akan terlihat lebih sedikit dibandingkan biji kopi segar pada berat yang sama.
Detail lapisan crema pada permukaan espresso
Ketebalan crema sangat mempengaruhi persepsi volume visual saat mengukur espresso dalam mililiter.

Cara Mengukur Takaran Espresso yang Tepat di Rumah

Jika Anda ingin memastikan bahwa 1 shot espresso berapa mili yang Anda buat sudah sesuai standar, ikuti langkah-langkah praktis berikut ini. Pertama, siapkan timbangan kopi digital yang memiliki fitur timer. Letakkan cangkir atau gelas ukur di atas timbangan dan lakukan tare agar beratnya menjadi nol.

Mulailah proses ekstraksi dan jalankan timer secara bersamaan. Jika Anda mengincar standar klasik, targetkan berat sekitar 18-20 gram (untuk single shot) atau 36-40 gram (untuk double shot) dalam waktu 25-30 detik. Jika setelah ditimbang hasilnya setara dengan sekitar 30 ml cairan (untuk single), maka Anda telah mencapai titik ekstraksi yang ideal. Jika rasanya terlalu pahit, cobalah untuk menghentikan ekstraksi sedikit lebih awal (mengurangi mili), dan jika terlalu asam, biarkan air mengalir sedikit lebih lama.

Pengaruh Rasio Seduh terhadap Volume

Dunia barista mengenal istilah Brew Ratio. Rasio paling umum adalah 1:2. Artinya, jika Anda menggunakan 18 gram bubuk kopi, Anda harus menghasilkan 36 gram (sekitar 36-40 ml) cairan espresso. Jika Anda mengubah rasio menjadi 1:1, Anda akan mendapatkan Ristretto yang sangat pekat dengan volume yang jauh lebih sedikit, meski menggunakan jumlah bubuk kopi yang sama.

Memilih Takaran yang Pas untuk Lidah Anda

Pada akhirnya, jawaban atas pertanyaan 1 shot espresso berapa mili bukanlah angka mati yang harus diikuti tanpa kompromi. Dunia kopi adalah tentang preferensi pribadi. Standar 30 ml adalah titik mulai atau baseline yang bagus untuk kalibrasi. Jika menurut Anda 30 ml terasa terlalu tajam, tidak ada salahnya menambahkan sedikit volume air (menuju Lungo) untuk melembutkan rasanya.

Rekomendasi terbaik bagi Anda yang ingin serius adalah berinvestasi pada timbangan digital daripada hanya mengandalkan gelas ukur mililiter. Dengan mengontrol berat dan waktu, Anda bisa mereplikasi rasa kopi yang enak secara konsisten setiap pagi. Ingatlah bahwa tujuan utama dari mengetahui takaran mili ini adalah untuk mencapai keseimbangan rasa antara acidity, sweetness, dan bitterness. Jangan ragu untuk bereksperimen dengan menambah atau mengurangi beberapa mili hingga Anda menemukan resep pribadi yang paling memanjakan lidah Anda.

Dengan memahami teknis di balik volume ini, Anda kini tidak perlu bingung lagi saat ditanya 1 shot espresso berapa mili. Gunakan pengetahuan ini sebagai panduan dasar, namun biarkan indra perasa Anda yang memberikan vonis akhir terhadap kualitas espresso yang Anda nikmati.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow